Selamat Datang di Website Resmi Kelurahan Semarapura Kangin, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung. Media komunikasi dan transparansi Pemerintah Kelurahan Semarapura Kangin untuk seluruh masyarakat.

Artikel

Produk Unggulan

06 November 2019 10:13:15  Administrator  132 Kali Dibaca  Produk Kelurahan

Mengenal Lebih Dekat Sejarah Kain Tenun Endek, Karya Budaya Kain Tenun Khas Bali Yang Terkenal Akan Keindahan Motif

Mengagumi keindahan Bali seolah-olah tak ada habis dan batasnya. Keindahan Pulau Dewata ini tak sebatas panorama dan lekuk menawan pantainya saja. Demikian juga kekayaan arsitektur kuil-kuilnya, namun juga keagungan karya seni mereka. Salah satunya adalah Wastra atau Kain Tenun Endek. Kain Tenun ini seolah merangkum keindahan Alam khas Bali sekaligus sejarah keindahan karya para seniman religius mereka.

 Sejarah Tenun Endek Bali

Kain Tenun Endek adalah karya budaya tenun yang telah diwariskankan secara turun temurun sejak dulu. Namun era perkembangannya dimulai sejak jaman dahulu. Tepatnya pada jaman pemerintahan Raja Dalem Waturenggong di Gelgel Klungkung. Dari sini kemudian menyebar kedaerah-daerah sekitarnya, salah satunya Desa Sulang. Kain Tenun Endek makin berkembang setelah jaman kemerdekaan. Dengan dukungan pemerintah, kain ini mengalami percepatan dalam produksinya. Misalnya pada tahun 1985-1995, proses produksi Kain Tenun Endek sudah mulai menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Lalu sejak tahun 2011 kain ini mulai dipopulerkan sebagai bahan seragam. Selanjutnya hingga sekarang bahkan terdapat Event untuk memilih putra/putri Duta Endek yang diselenggarakan secara berkala.

Nama Endek sendiri mempunyai arti yang unik. Nama itu berasal dari bahasa setempat yaitu “gendekan” atau “ngendek” yang berarti diam atau tetap, tidak berubah warnanya (Adnyana, Wawancara, 2015). Sebutan tersebut muncul ditengah proses pembuatannya, yaitu pada saat diikat dan kemudian dicelup, benang yang diikat warnanya tetap atau tidak berubah atau di Bali disebut “ngendek”. Pusat produksi kain Tenun Endek di Bali meliputi daerah Kabupaten Karangasem, Klungkung, Gianyar, Buleleng, Negara dan Kodya Denpasar.

Kain Tenun Endek bagi masyarakat Bali bukan hanya sebuah kain tenun semata. Namun adalah sebuah karya seni yang diwariskan melalui keterampilan secara turun-temurun. Selain itu kain tenun ini juga merupakan identitas kultural dan artifak ritual. Sampai sekarang masyarakat Bali masih menguasai ketrampilan menenun nenek moyang ini dan melakukan kegitan menenun sebagai rutinitas mereka. Hasil tenun ini diaplikasikan pada pakaian yang mereka pakai sehari-hari dan kain untuk acara-acara ritual keagamaan disana.

Apabila Anda menginginkan informasi lebih banyak dan detail tentang sejarah Kain Tenun Endek, Anda bisa membacanya pada artikel kami yang lain yaitu 5 Fakta Sejarah Kain Tenun Endek Khas Bali.

Kharakteristik Tenun Endek Bali

Salah seorang sumber mengatakan bahwa teknik ikat yang berkembang di Bali adalah teknik single ikat pada benang pakan dan double ikat pada kedua benang yaitu lusi dan pakan. Tak heran untuk membuat satu motif Kain Tenun Endek saja membutuhkan waktu yang cukup lama dalam produksinya. Namun sejalan dengan perkembangan Tenun Endek, maka ditemukan cara-cara kreatif yang baru dalam proses pembuatanya. Seperti misalnya dengan menggunakan teknik airbrush. Teknik ini dapat menyingkat waktu proses pembuatan motif sehingga proses pembuatan berlangsung lebih cepat. Ujungnya mampu meningkatkan efisiensi dan jumlah produksi kain tenun ini.

Kain Tenun Endek sering dijumpai di Bali dalam bentuk lembaran/kain panjang, sarung, dan selendang, atau yang sering disebut dengan anteng. Bentuk sarung lazim dipakai oleh para laki-laki. Dengan ciri mempunyai sambungan pada bagian tengah atau sampingnya. Sedangkan Kain Tenun Endek berbentuk kain panjang dipakai oleh kaum hawa. Dengan ciri mempunyai motif ragam hias ikat yang menghias bagian pinggir kain. Pada bagian tengah kain berwarna polos. Sejalan dengan perkembangannya, ditemukan banyak variasi, sepertibragam hias juga dibuat pada bidang tengah kain selain pada jalur hiasan pinggir.

Motif Kain Tenun Endek Bali

Kain Tenun Endek memiliki motif yang beragam dan bermacam peranan. Beberapa motif kain endek bahkan dianggap sakral. Misalnya motif patra dan encak saji. Motif-motif tersebut hanya digunakan untuk kegiatan-kegiatan di pura atau kegiatan keagamaan lainnya. Lalu adapula motif kain endek yang hanya boleh digunakan oleh kalangan tertentu, misalnya para orang tua dan kalangan bangsawan. Selanjutnya terdapat pula motif dengan nuansa alam yang biasa digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial.

Seiring dengan berjalannya waktu, motif Kain Tenun Endek semakin berkembang pula. Bahkan saat ini, Kain Tenun Endek juga bisa divariasikan dengan kain jenis lainnya untuk menghasilkan busana yang indah.

Berikut ini ragam dan motif khas Bali pada Kain Tenun Endek:

  • Motif Flora
    Motif ini merupakan bentuk penggambaran nyata tentang keindahan flora atau tumbuh-tumbuhan dipadu dengan citarasa desain seni khas masyarakat Bali.
  • Motif Fauna
    Motif ini merupakan bentuk penggambaran nyata terhadap fauna atau hewan, baik yang hidup di darat, laut maupun udara.
  • Motif Figuratif
    Sesuai namanya motif ini menampilkan atau menonjolkan sebuah figur, baik manusia, tokoh, atau legenda pewayangan.
  • Motif Dekoratif
    Disebut sebagai motif dekoratif karena motif ini merupakan gabungan dari semua motif yang ada lalu didesain sesuai dengan keyakinan masyarakat Bali atau cerita dalam pewayangan
  • Motif Geometris
    Motif geometris adalah motif yang dibentuk dari perpaduan bentuk-bentuk garis (lurus, putus, dan lengkung) dan bidang geometri (kotak, bulat, dll).

Apabila Anda menginginkan informasi lebih banyak dan detil tentang motif Kain Tenun Endek, Anda dapat membacanya pada artikel kami yang berjudul – Macam dan Motif Kain Tenun Endek

Kegunaan Kain Tenun Endek Bali

  1. Kegunaan dalam keseharian
    Pada jaman modern ini, Kain Tenun Endek sudah meluas penggunaannya pada berbagai kalangan. Kain tenun ini sudah dipergunakan sebagai bahan seragam, baik pada instansi swasta maupun pemerintah. Selain itu juga dipakai sebagai bahan dasar berbagai macam produk kerajinan, seperti tas, kipas, dll. Banyak pula ditemukan Kain Tenun Endek dipergunakan sebagai alat dalam dekorasi ruangan.
  2. Kegunaan dalam sosial budaya
    Dari tinjauan aspek sosialnya, Kain Tenun Endek dipergunakan sebagai pakaian atau penutup tubuh sehari-hari masyarakat Bali. Tenun ini juga dapat dipergunakan sebagai simbol ikatan tali persaudaraan (menyama braya) dan cindera mata kepada teman maupun kerabat. Bahkan dalam lingkungan masyarakat sekitar kain tenun ini juga dipinjamkan antar tetangga.

Dari tinjauan aspek budayanya, Kain Tenun Endek adalah kain yang dipergunakan dalam banyak upacara-upacara penting adat dan keagamaan masyarakat Bali. Sebagaimana diketahui, terdapat 5 jenis upacara keagamaan penting di Bali, atau sering disebut sebagai Panca Yadnya.

  1. Kegunaan Dalam Ekonomi
    Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, sebagian masyarakat Bali sampai detik ini menggantungkan hidupnya dalam mencari nafkah dengan melakukan kegiatan menenun yang sudah diwariskan secara turun temurun. Nah, di mata masyarakat internasional, warisan budaya memiliki daya tarik tersendiri apalagi di tengah kemajuan teknologi saat ini. Nilai-nilai sejarah dan budaya yang mengakar kuat dan tradisional sangat dihargai oleh konsumen mancanegara, khususnya konsumen Eropa dan Amerika. Oleh karena itu, pemasaran Kain Tenun Endek akan lebih optimal bila dijual sebagai kain yang mempunyai nilai sejarah dan budaya masyarakat Bali. Bukan hanya sekedar sebuah kain yang bagus hasil karya seni saja.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat sedikit membantu Anda mengenal lebih dekat Kain Tenun Endek khas Bali. semoga Anda selalu dinaungi kesehatan dan kesuksesan. semoga bermanfaat

Tenun Ikat Werdhi Budaya

Alamat : Jln Gunung Merapi No. 45 Semarapura Kangin,  Bali 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Pengaduan Online

 Statistik

 Sinergi Program

e-Surat
Pajak Online
Sirenbangda
Epdeskel
Prodeskel

 Aparatur Kelurahan

 Media Sosial

 Arsip Artikel

10 Januari 2023 | 19 Kali
Pendataan Calon Peserta
16 Desember 2022 | 29 Kali
Pendaftaran PPK dan PPS
09 Desember 2022 | 19 Kali
Kegiatan TANSAPLAS
08 Desember 2022 | 23 Kali
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Pasar Murah
07 Desember 2022 | 29 Kali
Kerja Bakti
06 Desember 2022 | 35 Kali
Pelaksanaan Vaksinasi
13 Oktober 2022 | 64 Kali
REGSOSEK 2022
06 Agustus 2018 | 149 Kali
Pemerintah Kelurahan
06 November 2019 | 132 Kali
Produk Unggulan
21 Mei 2021 | 124 Kali
Pelaksanaan Vaksin
03 Agustus 2021 | 118 Kali
Penanaman Pohon
08 November 2019 | 116 Kali
Kegiatan Bank Sampah
07 Agustus 2018 | 106 Kali
Profil Wilayah Kelurahan Semarapura Kangin
07 Juli 2022 | 69 Kali
Vaksin Boster (Vaksin III)
23 Juni 2018 | 41 Kali
Kader Desa - Penggerak Prakarsa Desa
30 Oktober 2019 | 54 Kali
Pembuatan Jamban dan Septick tank
23 Juni 2018 | 44 Kali
Badan Usaha Milik Desa
23 Juni 2018 | 41 Kali
Perencanaan Pembangunan Desa
07 Agustus 2018 | 68 Kali
Sejarah Kelurahan Semarapura Kangin
06 November 2019 | 132 Kali
Produk Unggulan
26 Maret 2021 | 48 Kali
Perpustakaan Kelurahan Semarapura Kangin

 Agenda

Belum ada agenda

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:193
    Kemarin:214
    Total Pengunjung:129.651
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:192.168.10.4
    Browser:Tidak ditemukan

 Peta Wilayah Kelurahan